Contact online

Blogger templates

msora

Pages

TeFa?

Teaching Factory (TEFA) adalah pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis. Pembelajaran melalui TEFA adalah proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen

Pembelajaran Teaching Factory

Pembelajaran teaching factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.

Pengertian Teaching Factory

Menurut Kuswantoro (2014), teaching factory menjadi konsep pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diberikan sekolah dan kebutuhan industri.

Lebih mengenal apa itu TEFA?

Teaching factory merupakan pengembangan dari unit produksi yakni penerapan sistem industri mitra di unit produksi yang telah ada di SMK. Unit produksi adalah pengembangan bidang usaha sekolah selain untuk menambah penghasilan sekolah yang dapat digunakan dalam upaya pemeliharaan peralatan, peningkatan SDM, dll juga untuk memberikan pengalaman kerja yang benar-benar nyata pada siswanya

Tujuan Teaching Factory

Pembelajaran melalui teaching factory bertujuan untuk menumbuh-kembangkan karakter dan etos kerja (disiplin, tanggung jawab, jujur, kerjasama, kepemimpinan, dan lain-lain) yang dibutuhkan DU/DI serta meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dari sekedar membekali kompetensi (competency based training) menuju ke pembelajaran yang membekali kemampuan memproduksi barang/jasa (production based training).

Landasan Hukum Unit Produksi TEFA

Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1990 pasal 29 ayat 2 yaitu "Untuk mempersiapkan siswa sekolah menengah kejuruan menjadi tenaga kerja, pada sekolah menengah kejuruan dapat didirikan unit produksi yang beroperasi secara profesional."

Tuesday, September 18, 2018

Kunjungan link and Match Teaching Factory & Kawasan Industri SMK, di P.T. Krakatau Steel Cilegon


Sebanyak 5 guru SMK Negeri 2 Sragen mengikuti kegiatan Link & match ke P.T. Krakatau Steel Cilegon. Kegiatan yang berdasarkan permohonan SMK negeri 2 Sragen, surat no 800/478/2018 kepada PT. Krakatau Steel. 



Akhirnya mendapat balasan dari surat dari P.T Krakatau Steel no. M.02.01/1178/HCD&LC/IX/2018   kegiatan dapat dilaksanakan pada tanggal 18 September 2018

 Agenda kegiatan di P.T. Krakatau Steel Cilegon :
Foto bersama 
















Thursday, September 6, 2018

Penyusunan Program Link and Match Bersama SMK Aliansi / Jejaring SMK Negeri 2 Sragen

Rabu, 5 September 2018, SMK Negeri 2 Sragen menyelenggarakan kegiatan Penyusunan Program Link and Match bersama SMK Aliansi dan Jejaring SMK Negeri 2 Sragen. Kegiatan yang dilaksanakan dengan mengundang SMK-SMK yang beraliansi dengan SMK negeri 2 Sragen, dihadiri Oleh bapak Sulistiyo, S.Pd, M.M selaku Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.















Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Teaching Factory

Hari Rabu-Kamis, tanggal 5 - 6 September 2018, SMK Negeri 2 Sragen menyelenggarakan Pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran teaching factory. Kegiatan yang dihadiri sebagai narasumber adalah bapak Drs. Moh. Kasmadi, S.Kom.MM selaku pendamping dari Direktorat Pembinaan SMK. Memberikan pendampingan bagaimana pentusun Perangkat pembelajaran yang berbasis Teaching factory yang diikuto oleh guru SMK Negeri 2 Sragen.







Wednesday, August 15, 2018

Rencana Revitalisasi Bengkel Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan

Rencana Revitalisasi Bengkel Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan dalam rangka pengembangan Teaching Factory SMK Negeri 2 Sragen.

Kondisi Awal Bengkel Teknik Pemesinan